Pre-Retired Program (Purna Bakti)

Purna bakti mengharuskan seseorang menghadapi perubahan kebiasaan yang bisa dikatakan cukup radikal, misalnya dari yang tadinya memiliki status jadi harus melepas simbol statusnya, bekerja rutin menjadi berhenti bekerja. Perubahan ini seringkali membuat seseorang merasa kehilangan eksistensinya dan seringkali memunculkan gangguan psikologis terutama post power syndrome bahkan tidak jarang sampai berimbas pada kesehatan fisik.

Melalui program ini para calon purna bakti akan difasilitasi untuk memiliki kemantapan visi dan makna hidup, kemampuan penyesuaian diri, membentuk paradigma bahwa purna bakti merupakan suatu pengalaman baru yang harus diisi dengan kegiatan yang bermakna, serta memiliki bekal kemampuan berwira usaha.

Perubahan paradigma: Pensiun bukan akhir segalanya

Segala permasalahan manusia berawal dari cara ia memandang kejadian yang ada di hadapannya. Manusia perlu memiliki paradigma yang adaptif, fleksibel, dan untuk melakukan perubahan itu diperlukan suatu kekuatan untuk melawan kebiasaan/paradigma yang telah terbentuk.

Pemeliharaan Kesehatan fisik di usia perkembangan dewasa tua

Kesehatan memang bukan segalanya, tetapi segalanya akan sia-sia tanpa kesehatan. Pengetahuan dan manajemen kesehatan diri di usia tua sangat diperlukan mengingat aspek fisik manusia cenderung akan selalu melemah sehingga diperlukan sebuah pencegahan dan perawatan.

Psikologi Kesehatan Mental: Post Power Syndrome and it’s effects

Sindrom kehilangan kekuasaan seringkali terjadi pada karyawan purnabakti, hal ini akan semakin menambah penderitaan bagi mereka yang merasa kehilangan kekuasaan itu karena sejumlah penyakit fisik dan mental akan juga menghinggapi mereka. Usaha preventif perlu dilakukan.

Financial Management (Strategi mengelola dan menginvestasikan keuangan).

Dana Pensiun yang relatif besar perlu diberdayakan menjadi sebuah investasi yang bisa membiayai purna karyawan dan keluarganya, tanpa pengetahuan dan manajemen keuangan yang baik, tidak sedikit diantara mereka yang konsumtif atau berinvestasi yang berujung kerugian.

Kewirausahaan (Entrepreneurship).

Pengetahuan, strategi tentang kewirausahaan yang bisa dijadikan salah satu pilihan untuk berinvestasi.

Meraih Visi dan Makna Hidup: Menggapai kepuasan puncak batiniah.

Memantapkan visi hidup yang ingin diraih, sebab perilaku manusia akan mengarah pada apa yang menjadi tujuannya. Jika tujuannya tidak jelas, maka perilaku akan mengarah pada kehampaan hidup.

Tujuan

Membangun kesiapan, penerimaan diri, pemantapan visi pribadi yang berorientasi nilai-nilai dan membangun paradigma purna bakti sebagai pengalaman baru yang tetap memiliki makna serta kemampuan kemandirian berwirausaha.